Wednesday 2 January 2013

Pemilihan Ketua RW



Tata Cara Pemilihan Ketua RW dan Wakil Ketua RW

(1)   Tata Cara Pemilihan
-          Pemilihan ketua RW dan Wakil Ketua RW dilaksanakan oleh suatu Panitia yang dibentuk oleh Kepala Dusun dan Kepala Desa berdasarkan usulan dari Kepala Keluarga di lingkungan RW melalui Kepala Dusun setempat yang terdiri dari :
  1. Ketua;
  2. Wakil Ketua;
  3. Sekretaris;
  4. Beberapa anggota yang ditentukan oleh Ketua bila dipandang perlu dengan ketentuan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.
-          Panitia pemilihan Ketua dan Wakil Ketua RW tidak dapat dicalonkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua RW.
(2)   Tugas dan Wewenang Panitia Pemilihan
  • Mencari dan mengumpulkan nama calon Ketua dan Wakil Ketua RW berdasarkan usulan dari para Kepala Keluarga di lingkungan RW setempat;
  • Memeriksa dan meneliti nama-nama dan persyaratan calon dalam surat penclonan dan surat suara pemilihan;
  • Menyelenggarakan pemilihan dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat;
  • Mengumpulkan surat-surat suara dan mengumpulkan nama calon yang telah dipilih dengan suara terbanyak;
  • Mengawasi dan menjamin pelaksanaan pemilihan secara tertib, bebas dan rahasia;
  • Melaporkan berita acara hasil pemilihan kepada Kepala Desa melalui Kepala Dusun setempat untuk mendapatkan pengesahan dari Kepala Desa.
(3)   Pelaksanaan Pemilihan
  • Ketua dan Wakil Ketua RW dipilih oleh para Kepala Keluarga setempat dalam suatu pemilihan yang dihadiri sedikitnya 2/3 (dua pertiga) Kepala Keluarga di lingkungan RW setempat;
  • Dalam pelaksanaan pemilihan, Ketua RW yang terpilih berdasarkan urutan suara terbanyak kedua, kecuali jika suara berjumlah sama, maka penentuan Ketua dan Wakil Ketua RW ditentukan oleh panitia pemilihan dengan memperhatikan pendidikan, kewibawaan, pengalaman hidup bermasyarakat dan lama tinggal sebagai penduduk setempat;
  • Apabila dalam suatu pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua RW tidak dihadiri sedikitya 2/3 (dua pertiga) jumlah Kepala Keluarga sebagaimana dimaksud pada huruf a, maka atas dasar pertimbangan panitia pemilihan dengan pemuka masyarakat dan Kepala Dusun setempat, waktu pelaksanaan pemilihan dapat ditunda paling lama 15 (lima belas) hari kemudian dan selanjutnya diadakan pelaksanaan pemilihan walaupun jumlah yang hadir tidak mencapai jumlah sedikitnya 2/3 (dua pertiga) Kepala Keluarga di lingkungan RW setempat;
  • Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara dan Seksi dipilih oleh Ketua dan Wakil Ketua RW;
  • Hasil pemilihan Ketua dan Wakil Ketua RW berserta staf diajukan panitia pemilihan kepada Kepala Desa melalui Ketua RW yang diketahui Kepala Dusun Setempat guna mendapatkan pengesahan dengan keputudan Kepala Desa;
  • Ketua dan Wakil Ketua berserta staf dikukuhkan oleh Kepala Desa;

Persyaratan Pengurus RW

Setiap calon pengurus RW harus memenuhi syarat :
1.      Beragama;
2.      Sebagai penduduk setempat minimal 1 ( satu ) tahun secara terus menerus dan dibuktikan dengan KK/KTP;
3.      usia minimal 21 (dua puluh satu) tahun atau 17 (tujuh belas) tahun yang sudah / pernah menikah ;
4.      Kepala Desa dan perangkat Desa tidak diperbolehkan merangkap menjadi pengurus RW di wilayah kerjanya;
5.      Mempunyai kemampuan dan sanggup menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan ;
6.      sehat jasmani dan rohani;


Hak dan Kewajiban Pengurus RW

1.      Pengurus RW berhak menyampaikan saran-saran dan pertimbangan kepada pengurus RW mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;
2.      Pengurus RW mempunyai kewajiban :
  • melaksanakan tugas dan fungsi RW;
  • melaksanakan keputusan anggota;
  • membina kerukunan;
  • membuat laporan mengenai kegiatan organisasi paling sedikit 6 (enam) bulan sekali kepada warga;
  • melaporkan hal-hal yang terjadi dalam masyarakat yang dianggap perlu mendapatkan penyelesaian oleh Pemerintah Daerah melalui kepada Kepala Desa;
  • melaporkan data penduduk setiap 1 (satu) bulan sekali kepada Kepala Desa.

Tata Kerja Pengurus RW
  1. Dalam melaksanakan tugasnya, para pengurus RW mengutamakan asas musyawarah untuk mufakat;
  2. Ketua RW bertaggungjawab kepada masyarakat di lingkungan RW melalui laporan kegiatan dalam rapat musyawarah;
  3. Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Seksi bertanggungjawab kepada Ketua.

Tugas dan Fungsi Ketua RW

Ketua RW

Mempunyai tugas :
  • Membantu menjalankan tugas pelayanan pemerintah Desa kepada masyarakat ;
  • Memelihara kerukunan hidup warga;
  • Menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat.

Mempunyai fungsi :
  • Pengkoordinasian antar warga;
  • Pelaksanaan dalam menjembatani hubungan antar sesama dan antar masyarakat dengan Pemerintah Desa ;
  • Penanganan masalah-masalah kemasyarakatan yang dihadapi warga;

Tugas dan Fungsi Wakil Ketua RW

Wakil Ketua RW

Mempunyai tugas :
-          Membantu Ketua dalam melaksanakan tugas dan fungsi Ketua;

Mempunyai fungsi :
-          Pelaksanaan tugas-tugas tertentu yang diberikan Ketua;
-          Pelaksanaan tugas dan fungsi Ketua apabila Ketua berhalangan.

Tugas dan Fungsi Sekretaris RW

Sekretaris RW
Mempunyai tugas :
  • Sekretaris mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi dan memberikan saran-saran serta pertimbangan kepada Ketua untuk kemajuan dan perkembangan RW;
Mempunyai fungsi :
  • Penyelenggaraan surat menyurat, kearsipan, pendataan dan penyusunan laporan;
  • Pelaksanaan tugas-tugas tertentu yang diberikan oleh Ketua;
  • Pelaksanaan tugas dan fungsi Ketua apabila Ketua dan Wakil Ketua berhalangan.

Tugas dan Fungsi Bendahara RW

Bendahara RW

Mempunyai tugas :
-          Bendahara mempunyai tugas menyelenggarakan pengelolaan administrasi keuangan RW termasuk benda-benda bergerak dan tidak bergerak.

Mempunyai fungsi :
-          Pengelolaan, penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran keuangan RW;
-          Penyelenggaraan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan;
-          Pencatatan kekayaan yang dimiliki.


Tugas dan Fungsi Ketentraman

Seksi Keamanan

Mempunyai tugas :
  1. Melaksanakan kegiatan untuk membantu usaha-usaha penumbuhan kesadaran masyarakat di bidang keamanan, ketentraman dan ketertiban sehingga masyarakat merasa aman dan tenteram;
  2. Meningkatkan kegiatan pembinaan siskamling dan menunjang usaha keamanan RW;
  3. Mengkoordinasikan kegiatan partisipasi masyarakat dalam bidang penanggulangan bencana alam;
  4. Melaksanakan kegiatan untuk membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan ptugas keamanan serta membantu mengawasi pelaksanaan program Pemerintah di bidang ketertiban;
  5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Ketua maupun Wakil Ketua yang berkaitan dengan tugas seksi ketentramn.

Mempunyai fungsi :
  1. Penyusunan rencana keamanan sesuai dengan bidangnya;
  2. Penyelenggaraan kegiatan keamanan sesuai dengan rencana;
  3. Pengkoordinasian dengan seksi-seksi terwujudnya kesetasian keamanan;
  4. Pengendalian kelompok-kelompok kerja yang dibentuk berdasarkan wilayah dan jenis kegiatan;
  5. Pengawasan terhadap kegiatan masing-masing;
  6. Pelaksanaan perkembangan dan mencatat segala kegiatan dalam seksi serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan;
  7. Penyusunan laporan secara berkala (triwulan, semester, tahunan);
  8. Pemberian saran dan pendapat pada Ketua sesuai bidang tugasnya;
  9. Penyelenggaraan tugas tertentu yang diberikan oleh Ketua maupun Wakil Ketua.


Tugas dan Fungsi Seksi Pembangunan

Seksi Pembangunan

Mempunyai tugas :
  1. Melaksanakan kegiatan untuk membantu usaha-usaha di bidang pembangunan fisik, pengoperasian, perbaikan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan produksi pangan dan produksi lainnya termasuk industri rumah tangga dan perluasan kesempatan kerja serta kewiraswastaan;
  2. Melaksanakan kegiatan untuk membantu membuat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta meningkatkan prakarsa, menggerakkan partisipasi masyarakat untuk melaksanakan pembangunan;
  3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua maupun Wakil Ketua yang berkaitan langsung dengan tugas seksi pembangunan.

Mempunyai fungsi :
  1. Penyusunan rencana pembangunan sesuai dengan bidangnya;
  2. Penyelenggaraan kegiatan pembangunan sesuai g rencana;
  3. Pengkoordinasian dengan seksi-seksi terwujudnya keserasian pembangunan;
  4. Pengendalian kelompok-kelompok kerja yang dibentuk berdasar wilayah dan jenis kegiatan;
  5. Pengawasan terhadap kegiatan masing-masing;
  6. Pelaksanaan perkembangan dan mencatat segala kegiatan dalam seksi serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan;
  7. Penyusunan laporan secara berkala (triwulan, semester, tahunan);
  8. Pemberian saran dan pendapat pada Ketua sesuai bidang tugasnya;
  9. Penyelenggaraan tugas tertentu yang diberikan oleh Ketua maupun Wakil Ketua.

Ketua dan Wakil Ketua RW berhenti dan diberhentikan

Karena :
  1. Meninggal dunia;
  2. Mengajukan permohonan berhenti atas permintaan sendiri;
  3. Masa bakti berakhir dan pengurus baru telah dibentuk;
  4. Melakukan tindakan yang menghilangkan kepercayaan masyarakat di RW yang bersangkutan;
  5. Tidak lagi memenuhi salah satu syarat untuk dipilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua RW;
  6. Pindah tempat tinggal dari lingkungan RW yang bersangkutan;
  7. Sebab-sebab lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan atau norma-norma kehidupan masyarakat.

Masa Bakti Pengurus RW
  1. Masa bakti Ketua dan Wakil Ketua RW beserta staf adalah 5 ( tiga ) tahun sejak tanggal dikukuhkan Kepala Desa dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya;
  2. Setiap masa bakti berakhir atau pemberhentian atau penggantian sebelum masa bakti, Ketua RW berkewajiban memberitahukan kepada anggota tentang pemberhentian atau penggantian pengurus dan melaporkan kepada Kepala Desa;
  3. Ketua RW menyusun laporan selama masa baktinya dengan memuat potensi RW, program kerja yang sudah dan yang belum selesai, keuangan, harta kekayaan serta permasalahan yang dihadapi.

0 komentar:

Post a Comment